Rekan pencaker, mencari kerja itu gampang-gampang sulit. Beda cara, beda pula etika dan strateginya. Seperti cara melamar kerja lewat email misalnya.





Kalau Rekan Pencaker rajin buka-buka grup lowongan kerja, niscaya banyak menemukan komplain tentang email melamar kerja. Lalu, bagaimana etikanya?









Apa yang Perlu Diperhatikan Saat Melamar Kerja Via Email





Rekan Pencaker mungkin punya kualifikasi yang baik. Siap kerja dan juga bisa bekerja di bawah tekanan. Namun, semua hal itu bisa jadi percuma apabila Rekan Pencaker tidak memenuhi etika dasar mengirim pekerjaan di email.





Apa saja hal-hal penting terkait etika mengirim email lamaran kerja yang sering dilupakan banyak orang?





Mari kita simak cara mengirim CV lewat email yang baik dan benar supaya email Rekan Pencaker tidak diabaikan oleh pihak user perusahaan:





Subjek Lamaran Kerja





Beberapa lowongan kerja memberikan syarat tentang bagaimana kata kunci subjek yang harus dicantumkan oleh pelamar. Beberapa lainnya tidak memberikan syarat tersebut.





Jika ada syarat untuk mencantumkan subjek tertentu pada email atau surel, maka cantumkanlah. Pasalnya jika tidak, email  tak akan dilirik.





Perusahaan berpikir bagaimana bisa seorang pelamar akan mematuhi setiap SOP pekerjaan apabila hal dasar saja tidak dipenuhinya?





Bagaimana jika tidak ada persyaratan tentang subjek yang wajib dicantumkan? Kalau sudah begini, maka Rekan Pencaker-lah yang harus menentukannya sendiri.





Tulis subjek dengan bahasa formal, singkat, padat, dan tentu sesuai dengan PUEBI alias Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.





Contoh subjek lamaran kerja yang sopan misalnya seperti "Lamaran Kerja untuk Posisi XX", dan sebagainya.  Perhatikan juga apakah perusahaan memberikan lowongan dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia.





Memberikan Salam dan Kalimat Pembuka di Badan Surel





Ini dia hal yang sering dilupakan oleh para pencari kerja: kalimat pembuka di body alias di badan surel.





Tahukah Rekan Pencaker, bahwa ini merupakan kesalahan yang cukup fatal? Pasalnya, salam dan keterangan di badan surel adalah etika paling dasar yang menentukan sopan santun pelamar.





Meskipun CV pelamar menarik, begitu pula portofolio yang dilampirkan, pihak perusahaan sudah tidak suka terlebih dahulu dengan kondisi ini. 





Bahkan, di berbagai grup lowongan kerja, hal ini sering dikeluhkan oleh para users dan HRD officers.





Tentu Rekan Pencaker tidak mau surel berakhir di tempat sampah email alias Trash. Untuk itu, perhatikan benar-benar ya masalah ini. Berikut contoh body email lamaran kerja yang baik.





Buka dengan salam. Misalnya, kepada yang terhormat, salam hormat, dan sebagainya. Kemudian lanjutkan dengan keterangan mengenai bagaimana Rekan Pencaker mendapatkan lowongan ini. Ikuti dengan ketertarikan untuk melamar di posisi itu.





Setelah itu, jangan lupa perkenalkan diri. Tak perlu terlalu panjang. Cukup sebutkan nama panjang Rekan Pencaker, latar belakang pendidikan, dan skill. Setelah itu, tutup dengan harapan besar untuk diterima pada posisi itu dan kontak Rekan Pencaker.





Tulis dengan bahasa baku, baik dalam bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia ya. 





Melampirkan Semua yang Diminta





Kini saatnya beralih pada isi. Setiap perusahaan memiliki kriteria berbeda-beda dalam membuka lowongan kerja. Ada yang hanya mensyaratkan CV saja. Namun, ada juga yang mensyaratkan CV, Portofolio, dan juga contoh karya. 





Perhatikan betul-betul apa yang dibutuhkan sama perusahaan, ya. Jangan sampai salah lampiran. Karena, ini bisa menjadi filter pertama bagi perusahaan untuk menerima maupun menolak lamaran pekerjaan Rekan Pencaker.





Menamai File Lampiran





Meskipun perusahaan memang membutuhkan isi dari lampiran, tetapi penamaan lampiran juga dibutuhkan.





Namai lampiran, baik CV maupun lampiran portofolio, dengan nama yang sopan. Jangan gunakan tambahan kata-kata seperti "fix" dan sebagainya yang menunjukkan bahwa Rekan Pencaker sering melakukan kesalahan dalam membuat lampiran.





Membuat CV yang Menarik





Di manakah Rekan Pencaker membuat CV? Apakah Rekan Pencaker membuatnya di Microsoft Word dan menggunakan template putih biasa. Besar kemungkinan, jika Rekan Pencaker pada perusahaan swasta yang modern atau perusahaan startup, mereka tidak terlalu tertarik pada CV itu.





Cobalah untuk buat CV dengan pewarnaan yang menarik. Misalnya, dengan menggunakan aplikasi di ponsel yang bisa dihubungkan ke komputer. Kelebihan dari aplikasi itu adalah bisa diakses di ponsel, dan memiliki banyak template CV menarik gratis, bahkan bisa disesuaikan dengan field pekerjaan.





Selain itu, jangan lupa buat menyimpan CV dalam format PDF. Format CV dalam bentuk Word, selain kurang sopan, juga berpotensi disunting orang lain dan disalahgunakan.





Di aplikasi itu, Rekan Pencaker bisa menyimpan CV dalam format PDF atau pun JPEG dan PNG.





Mengapa Melamar Pekerjaan Lewat Surat Elektronik





Sudah ada banyak platform pencari kerja yang mempermudah Rekan Pencaker untuk cari kerja. Bahkan, banyak di antaranya yang memberikan button untuk langsung melamar.





Namun, kenapa mengirim lamaran ke surel dianggap efektif? Meskipun Rekan Pencaker sudah mengirim via platform lowongan kerja, tetapi mengapa Rekan Pencaker tetap wajib mempertimbangkan surel?





Berikut beberapa alasan yang dapat dijadikan bahan pertimbangan Rekan Pencaker:






  • Tidak semua perusahaan menaruh lowongan di platform pencari kerja. Jadi, Rekan Pencaker juga harus tetap mengirim surel. Biasanya, lowongan ini bisa ditemui di situs resmi perusahaan atau grup-grup lowongan kerja.




  • Meskipun perusahaan-perusahaan menaruh lowongan melalui platform pencari kerja, tetapi lebih baik Rekan Pencaker juga mengirimkan email lamaran ke perusahaan bersangkutan. Jaga-jaga saja, siapa tahu perusahaan tidak update lamaran di platform




  • Jika perusahaan tetap menengok lamaran Rekan Pencaker, tidak ada salahnya mengirim surel juga. Memang lebih rumit, tetapi menunjukkan niat untuk diterima dan bekerja di perusahaan tersebut.





Kesalahan-Kesalahan yang Sering Dilakukan Secara Tidak Sengaja Saat Melamar via Surel





Selain tata krama, ada banyak kesalahan tak disengaja yang sayangnya sering dilakukan para Rekan Pencaker. Apa sajakah itu?






  • Salah mengirim surel ke perusahaan lain. Saking banyaknya pekerjaan yang dilamar, Rekan Pencaker salah mengirim surel. Ini agak fatal karena jelas perusahaan itu tak akan menerima Rekan Pencaker




  • Salah menulis alamat surel, berakibat pada surel yang tak pernah sampai ke alamat tujuan




  • Salah menulis nama perusahaan. Perusahaan merasa Rekan Pencaker tidak niat dalam melamar pekerjaan




  • Mengirimkan surel kosong tanpa lampiran kemudian memperbaikinya. Meskipun tidak sengaja, betul-betul hindari hal ini. Perusahaan sedikit kesulitan menerima orang yang kurang teliti.






Baca juga: Kiat Sukses Memasuki Dunia Kerja






Nah, Rekan Pencaker, begitulah tata cara mengirim lamaran kerja via email. Selama Rekan Pencaker memperhatikan betul bagaimana kiat yang betul dan teliti dalam melihat persyaratan perusahaan, maka cara melamar kerja lewat email bakal lebih mudah diaplikasikan.





Segera praktikkan cara melamar kerja lewat email di hp ini dan jangan lupa buat mencoba semua peluang. Hindari sifat picky dalam memilih pekerjaan, terutama fresh-graduate, karena semua pekerja pasti memulai dari nol untuk bisa mencapai karier terbaik di perusahaan impian.





Yuk, bagikan juga tulisan tentang cara melamar kerja lewat email ini kepada teman-teman Rekan Pencaker supaya mereka semakin bersemangat menjemput karier impian!



Bagi sobat yang berminat dengan loker , silahkan klik tombol lamar dibawah.
bit.ly/radarkerja
Proses rekrutmen Cara Melamar Kerja Lewat Email yang Menarik Bagi Perusahaan tidak dipungut biaya apapun !!!
Lebih baru Lebih lama